GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Pemisahan Campuran. Apa sih itu Campuran? Bagaimana teknik pemisahannya? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut!
Pengertian Campuran
Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang masing-masing zat penyusunnya masih memiliki sifat aslinya.
Campuran tidak mengalami reaksi kimia. Artinya, ketika ada zat-zat berbeda digabungkan maka tidak akan mengalami perubahan komposisi kimia.
Campuran dibedakan menjadi dua jenis, yaitu campuran Homogen dan campuran Heterogen.
Campuran Homogen
Campuran Homogen adalah campuran yang tidak dapat dibedakan antara zat pelarut dan zat terlarut. Adapun contoh homogen adalah larutan gula dan larutan garam.
Apabila gula dimasukkan kedalam air, maka gula tersebut akan larut dan hilang dalam air. Campuran ini tidak dapat dipisahkan melalui penyaringan.
Campuran Heterogen
Campuran Heterogen adalah campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat yang berbeda atau zat yang sama dalam fase materi yang berbeda. Adapun contoh heterogen adalah campuran pasir dan air.
Apabila pasir dimasukkan kedalam air maka, pasir akan tetap terlihat sebagai pasir, sementara air juga tetap mempertahankan karakteristiknya, yaitu tidak terjadi perubahan rasa dan warna.
Teknik Pemisahan Campuran
Setiap zat dalam campuran mempertahankan sifat aslinya masing-masing sehingga masih bisa dipisahkan kembali melalui proses Fisika. Berikut teknik-teknik yang dapat digunakan untuk memisahkan campuran:
1. Filtrasi
Filtrasi merupakan teknik pemisahan campuran dengan cara memisahkan material padat pada cairan dengan melewatkan campuran pada saringan. Campuran yang dapat difiltrasi berupa fluida, yaitu cairan dan gas.
Penggunaan filtrasi sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti, saringan air, oli kendaraan, kantung teh, masker hidung, dan lain-lain.

2. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan proses pemisahan campuran dengan mengendapkan larutan sampai terbentuk benda padat berupa kristal-kristal.
Adapun penggunaan teknik Kristalisasi seperti pada pembuatan garam, pembuatan gula, pembuatan es batu, dan lain-lain.

3. Dekantasi
Dekantasi merupakan teknik pemisahan campuran dengan mengaduk campuran secara perlahan-lahan hingga endapan terbentuk di dasar wadah. Penggunaan dekantasi dalam kehidupan seperti pemisahan Gliserol dari Biodisel.

4. Sublimasi
Sublimasi merupakan teknik pemisahan campuran dengan menguapkan benda padat. Teknik ini merupakan perubahan wujud zat, dari padat ke gas.
Penggunaan sublimasi dalam kehidupan seperti Kabut Dry Ice dan Pewangi Kamper, yaitu padatan Kapur Barus dalam toilet menguap dan menyisakan pewarnanya di lantai.
5. Destilasi
Destilasi atau penyulingan merupakan pemisahan campuran dengan memanaskan hingga mencapi titik didih dan menghasilkan uap.
Teknik destilasi digunakan untuk ekstraksi sari buah, bunga, biji ataupun daun tanaman. Selain itu, destilasi juga digunakan untuk fraksi minyak bumi, untuk memisahkan berbagai jenis produk minyak bumi.

6. Kromatografi
Kromatografi merupakan proses pemisahan campuran berdasarkan pola pergerakan fase gerak dan fase diam suatu molekul pada suatu larutan. Molekul yang terlarut dalam fase gerak, akan melewati kolom yang merupakan fase diam.
Molekul yang memiliki gaya adhesi lemah cenderung bergerak lebih cepat dibanding molekul yang memiliki adhesi kuat. Penggunaan teknik Kromatografi seperti pada Pengujian Forensik dan Pemisahan Protein.

Kesimpulan
Campuran dapat dipisahkan dengan menggunakan teknik yang sesuai seperti Filtrasi, Kristalisasi, Dekantasi, Sublimasi, Destilasi, dan Kromatografi.




