GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Hukum II Termodinamika. Apa sih itu Hukum II Termodinamika? Bagaimana cara menjawab soal-soal Fisika terkait Hukum II Termodinamika? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut!
Termodinamika merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang membahas tentang hubungan antara energi dan kerja dari suatu sistem. Secara spesifik, cabang ini menjelaskan tentang panas, usaha, suhu, dan perilaku statistik dari sistem yang terdiri dari banyak partikel.
Berikut bunyi Hukum II Termodinamika:
“Kalor mengalir secara alami dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah, dan tidak dapat mengalir secara alami pada arah yang sebaliknya”
Hukum II Termodinamika
Hukum II Termodinamika menjelaskan bahwa kalor mengalir secara alamiah dari benda panas ke benda dingin, dan kalor tidak dapat mengalir dari benda dingin ke benda panas kecuali pada kedua benda tersebut diberi pemaksaan dari luar.
Misalkan sebuah kubus es dicelupkan kedalam cangkir yang berisi teh panas, kalor akan mengalir dari teh panas ke kubus es sampai suhu keduanya sama. Dalam prinsip hukum kekekalan energi pada Hukum I Termodinamika tidak menjelaskan arah kalor mengalir sehingga tidak bertentangan jika kita mengatakan bahwa kalor mengalir dari kubus es ke teh panas. Namun pada Hukum II Termodinamika menyatakakan bahwa hal tersebut tidak dapat terjadi secara alami, pernyataan tersebut merupakan Formulasi Clausius.
Tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata memindahkan energi panas dari suatu benda dingin ke benda panas.
Formulasi Clausius
Hukum II Termodinamika juga menjelaskan bahwa mesin kalor tidak dapat mengubah kalor yang diserap menjadi usaha mekanik secara sempurna, atau dengan kata lain tidak mungkin untuk menemukan mesin kalor yang memiliki efisiensi 100%. Pernyataan tersebut merupakan formulasi Kelvin-Planck.
Tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata mengubah energi panas seluruhnya menjadi usaha mekanik.
Kelvin-Planck
Sebagai contoh, pada sebuah
Misalkan sebuah mesin menyerap energi dari sumbernya untuk menggerakkan kendaraan secara mekanik, energi yang diserap tersebut tidak seluruhnya terpakai menjadi energi mekanik untuk menggerakkan mobil, melainkan sebagian energinya terbuang menjadi energi panas, energi bunyi dan sebagainya.
Hukum II Termodinamika memberikan batasan-batasan terhadap perubahan energi yang mungkin terjadi dengan beberapa perumusan.
Ukuran kinerja mesin pendingin yang dinyatakan dengan koefisien daya guna merupakan hasil bagi kalor yang dipindahkan dari reservoir bersuhu rendah QL terhadap usaha yang dibutuhkan W.
Sementara efisiensi mesin kalor dirumuskan dengan perbandingan antara panas yang berubah menjadi usaha dengan panas yang diserap, atau secara sederhana efisiensi adalah hasil bagi antara usaha yang dilakukan dengan kalor yang diserap. Secara matematis dapat ditulis dengan:
atau
atau
Keterangan:
Kp : Koefisien daya guna mesin kalor
η : Efisiensi mesin kalor (%)
W : Usaha yang diperlukan (J)
QL : Kalor yang diberikan pada reservoir bersuhu tinggi (J)
QH : Kalor yang diserap pada reservoir bersuhu rendah (J)
TL : Suhu pada reservoir bersuhu rendah (K)
TH : Suhu pada reservoir bersuhu tinggi (K)
Mesin pendingin merupakan salah satu aplikasi Hukum II Termodinamika, seperti mesin pendingin ruangan AC (Air Conditioner) dan lemari es (Reffrigerator). Kedua mesin tersebut merupakan peralatan yang prinsip kerjanya berkebalikan dengan mesin kalor. Kedua mesin pendingin tersebut mengalirkan kalor dari reservoir bersuhu rendah ke reservoir bersuhu tinggi dengan melakukan usaha pada sistem. Berikut gambar bagan mesin pendingin:
Mesin pemanas merupakan salah satu aplikasi Hukum II Termodinamika, seperti mesin pemanas ruangan (Heater) dan mesin pemasak nasik (Rice Cooker). Kedua mesin tersebut merupakan peralatan yang prinsip kerjanya sama dengan mesin kalor. Kedua mesin pemanas tersebut mengalirkan kalor dari reservoir bersuhu tinggi ke reservoir bersuhu rendah dan menghasilkan usaha. Berikut gambar bagan proses mengalirnya kalor pada mesin pemanas:
Sebuah mesin kalor melakukan kerja 400 Joule dalam siklusnya dan mempunyai efisiensi 25%. Energi yang diambil dari reservoir panas adalah . . .
Penyelesaian :
Diketahui :
W = 400 J
η = 25%
QH = . . . ?
Rumus :
QH = 1.600 Joule
Demikianlah pembahasan kita terkait Hukum II Termodinamika. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Untuk memahami fisika lebih dalam, yuk baca berbagai materi fisika SMA pada halaman website ini dengan mengklik: Materi Fisika SMA.
GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Sistem Galaksi. Apa sih itu Galaksi? Untuk mengetahuinya, yuk simak…
GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Sistem Tata Surya. Apa sih itu Sistem Tata Surya?…
GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Interaksi Antarkomponen Ekosistem. Apa sih itu Interaksi? Apa saja…