IPAS

Kenali Planet dan Benda Langit dalam Tata Surya

GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Sistem Tata Surya. Apa sih itu Sistem Tata Surya? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut!

Sistem tata surya merupakan gugusan benda-benda langit yang terdiri atas Matahari, delapan planet, planet-planet kecil, asteroid, komet, dan benda-benda angkasa lainnya yang beredar mengelilingi Matahari sebagai pusat tata surya.

A. Matahari

Matahari merupakan pusat tata surya yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Matahari merupakan sebuah bintang, jika ditinjau dari sifatnya. Jarak rata-rata Matahari ke Bumi adalah 150 juta km yang selanjutnya dinyatakan sebagai 1 astronomi unit (au).

B. Planet

Dalam sistem tata surya, Matahari adalah bintang dan menjadi pusat perputaran planet-planet. Adapun planet-planet yang mengorbit pada Matahari dalam sistem tata surya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Tiap planet memiliki orbit jarak terhadap Matahari yang berbeda-beda. Setiap planet memiliki ukuran bentuk, massa jenis, periode revolusi, dan periode rotasi yang berbeda.

1. Merkurius

Merkurius merupakan planet terkecil dalam tata surya. Merkurius terletak pada orbit yang berjarak 57,91 juta km dari Matahari, dan merupakan planet terdekat ke Matahari.

Diameter rata-rata Merkurius mencapai ± 4.900 km. Merkurius berevolusi mengelilingi Matahari dalam waktu 88 hari dan berotasi pada porosnya dalam waktu 58 hari 15 jam 30 menit.

2. Venus

Venus merupakan planet yang menempati urutan kedua terdekat dari Matahari, Jarak orbit Venus ke Matahari berkisar 108 juta km dengan kala revolusi 225 hari. Venus berotasi pada porosnya dalam waktu yang sangat lama, yaitu 116 hari 18 jam. Ukuran diameter Venus lebih kecil dari Bumi, yaitu ± 6.000 km. Venus dilapisi awan tebal tanpa uap air dan oksigen. Awan tebal inilah yang menyebabkan Venus memantulkan cahaya Matahari dengan sangat terang hingga dijuluki sebagai bintang kejora.

3. Bumi

Jarak Bumi ke Matahari ± 150 juta km dan menempati urutan ketiga dari matahari. Jarak yang ideal menyebabkan planet Bumi hangat dan cukup ideal bagi berlangsungnya kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Bumi beredar mengelilingi Matahari dalam periode waktu 356,25 hari dan berotasi pada sumbunya dalam waktu 24 jam. Diameter Bumi ± 12.800 km dengan 70% permukaannya lautan dan sisanya berupa daratan. Seluruh permukaan Bumi dilapisi oleh atmosfer, yaitu lapisan gas yang disebut udara. Bumi memiliki sebuah satelit pengiring yang dinamakan Bulan.

4. Mars

Mars merupakan planet dengan jarak ke Matahari lebih jauh dari Bumi. Mars sering dijuluki sebagai planet merah karena memiliki permukaan yang berwarna kemerah-merahan akibat kandungan besi oksida yang sangat melimpah.

Lingkungan Mars diperkirakan dapat digunakan sebagai tempat berlangsungnya kehidupan. Namun, kondisi suhu udara yang rendah dan lapisan atmosfer yang sangat tipis dengan sebagian besar udara terdiri atas karbon dioksida membuat kondisi ini kurang ideal bagi kehidupan manusia.

Mars memiliki ukuran yang lebih kecil dari Bumi dengan diameter rata-rata Mars 6.800 km dengan permukaan yang dipenuhi dengan gunung dan lembah. Mars mengorbit Matahari dengan periode revolusi 687 hari dan periode rotasi 25,62 jam.

5. Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar di tata surya dengan diameter berkisar : 15.000 km dan massa 318 kali lebih besar dari massa Bumi. Planet Jupiter memiliki diameter 11 kali Bumi dan massa 2,5 kali dari total seluruh planet di tata surya, termasuk Bumi.

Planet ini memiliki 68 satelit yang selalu mengiringinya. Sebagian besar massa Jupiter tersusun dari gas hidrogen, bahkan seperempat massa Jupiter adalah gas helium.

6. Saturnus

Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter. Saturnus terkenal dengan sebutan planet bercincin dengan massa 95 kali massa Bumi. Saturnus memiliki diameter rata-rata 116.000 km dengan permukaan planet berwarna kuning pucat karena lapisan atmosfer atas dipenuhi oleh kristal-kristal amonia yang membeku.

Penampakan paling unik dari Saturnus adalah sistem cincin yang tidak dimiliki oleh planet manapun. Saturnus memiliki periode orbit 29,5 tahun dengan periode rotasi 10 jam 33 menit 38 sekon. Setidaknya Saturnus memiliki 82 satelit yang bukan termasuk pada sistem cincin Saturnus. Dua satelit paling besar, yaitu Titan yang besarnya dua kali dari Bulan dan Phoebe yang bergerak berlawanan arah dengan satelit lainnya.

7. Uranus

Uranus merupakan planet yang paling dingin dalam sistem tata surya. Sinar Matahari membutuhkan waktu 2 jam 40 menit untuk mencapai Uranus. Planet ini memiliki diameter 26.000 km. Suhu atmosfer Uranus mencapai -224 °C dengan komposisi helium. hidrogen, dan metana.

Seperti halnya Bumi, Uranus memiliki warna biru. Namun, warna biru dari Uranus bukan karena planet ini sebagian besar tersusun dari air, tetapi karena planet ini diselimuti oleh gas. Gas Inilah yang kemudian mengeluarkan warna biru.

8. Neptunus

Neptunus merupakan planet dengan atmosfer yang penuh dengan angin dan badai Neptunus hampir mirip dengan Uranus, yaitu memiliki atmosfer yang terdiri atas helium, hidrogen, dan metana, Diameter Neptunus mencapai ± 50.000 km dan mengorbit Matahari pada jarak rata-rata berkisar 4,5 miliar km. Untuk mengelilingi Matahari, Neptunus membutuhkan waktu selama 165 tahun sambil berotasi pada sumbunya dalam waktu 16 jam 6 menit.

C. Asteroid

Asteroid atau planet minor (planetoid) merupakan benda langit dengan bentuk tak teratur yang tersusun dari kumpulan debu dan es.

Jarak yang jauh dari Matahari membuat komponen penyusun asteroid membeku dan menjadi es hingga suhu di permukaannya mencapai -73 °C.

D. Meteor

Pada saat meteor memasuki atmosfer Bumi, akan terjadi gesekan yang luar biasa dengan udara sehingga meteor akan terbakar dan lenyap menjadi debu.

Meteor yang masih bertahan dari gesekan udara tersebut, jika sampai ke permukaan Bumi disebut meteorit.

E. Komet

Komet atau yang sering disebut sebagai bintang berekor merupakan benda langit yang mengorbit pada Matahari dengan garis orbit yang sangat lonjong. Ekor komet terbentuk karena serpihan kristal-kristal es rapuh yang terlepas dari badan komet.

Kristal-kristal tersebut membentuk ekor yang selalu menjauhi Matahari akibat tekanan angin Matahari yang menguapkan partikel es tersebut. Sebenarnya terdapat banyak komet yang mengorbit pada Matahari, tetapi komet yang paling terkenal, yaitu komet Halley yang dapat teramati dari Bumi setiap 76 tahun sekali.

Demikianlah pembahasan kita seputar sistem tata surya. Terima kasih, semoga bermanfaat.

mr.ilmi

Artikel Terbaru

Sistem Galaksi

GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Sistem Galaksi. Apa sih itu Galaksi? Untuk mengetahuinya, yuk simak…

6 days ago

Interaksi Antarkomponen Ekosistem

GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Interaksi Antarkomponen Ekosistem. Apa sih itu Interaksi? Apa saja…

2 weeks ago

Ciri-ciri Makhluk Hidup

GuruOnlinee.com – Halo sobat cerdas, dalam artikel ini kita akan membahas tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup. Apa sih itu Makhluk Hidup? dan…

2 weeks ago